Selamat Datang di Ruang Pajang Cipta Karya Sastra (Puisi, Cerpen, Drama, Artikel, dan Catatan Budaya) =============================================================================

Selasa, 15 Juni 2010

KOMEDI BIROKRAT

Tuah maboya nyilihang pamikat piteket sang birokrate mani wekas
Ulian angka pasti tusing kalikalian tawah
Krana yeh ‘ngerarisang’ ngadu lengkara ning utawi embahan toya pamikat
Raga tusing prebawa mabaris negakin lembu lan onta
Natah suci ajeg dadi enjekan langit
Wiadin nyilih dharma wacana
Momotbongol serak anacaraka

Tuah maboya, piteket sang panjabate, tusing nembahang sembako yadiapin idupe daat keweh-keweh aluh nembangin I tiwas
tusing pragat ngundukang pangubadan gratis, yadiapin tumor dadi pawiwahaan ngeseng
sawatara ”surat miskin” masiluman pemekasne nyancang atma:
kasulap antuk sang pengalap bayu rauhin ambu
dadi komoditi maboya sekadi komedi Robinhood

silihang malu karirihan
apang tatakrama tusing macule
di tengah aji mumpung lantangan galah
wiadin mara malajah precaya tekening suara ring birokrat
di marga ganjih lantangan singgahan planet raya
nyilem ring kawah
Mimih!!, ulihang malu palet lengkara kal kapaca keadilan
kajabat limane tekek krana: harmonisasi sekular-universal
egaliter dayuh ubir-ubir, ulihang baan pradnyan

Silihang malu palet, ngungkab pabligbagan
ngedum lan ngeles makejangan panganggone
lan jani ngedum abesikan warnan keneh boya mebati pamerintahe
gerit tuh gaing ius lekad-ilang likad ring natah ibu pretiwi
tusing ulian kolok ngigelang layah angka-angka tiwas
nadiang natah tuh lantang sekadi kelebutan pajalan idupe
tusing ulian sesonggan iwasin titah
tan pasibeh
: ulihang baan semaya

Selasa, 13 April 2010

KECIAL KUNING (4)

Bila airmu mengandung gula-gula pemikat sukma, maka akan jatuh luntur
doaku
Karena airmu zat penawar pendakian surgawi
“Jaran guyang…jarang guyang,” kau serukan kudakudaku
aku jadi bumi
menghuni
karena tak punya rasa
anganku pergi entah kemana
Bila airmu mengandung benih menggarami laut tubuhku berpeluh, maka aku jatuh runtuh
melupakan dosa
karena airmu jadikan aku kuda liar
yang lupa tanah berpijak
dan belajarlah kita pada negeri barbar tiada tuntunan nurani,memainkan irama jazz, blues, rock and roll dan berdansa pada setiap kerling kerlip lampu diskotik café café temaram menawarkan luka-luka baru
Karena airmu sarang karma membuatku bertekuk lutut
yang lupa membakar dupa-dupa menyesakkan bisikan lafalku oleh aroma minyak kecial menikmati malam jadi seekor kuda meringkih berpelana sutera berlari kencang

Bila airmu mengandung bayi bayi mengkristal tangisan panjang bertahun tahun hitungan hari, maka airmata bukan makna kesedihan lagi
Karena airmu airmata bercinta yang datang pergi sesuka hati

Sabtu, 03 April 2010

KECIAL KUNING (3)

Beginilah hidup punya penantian, jarak yang panjang
terbelenggu kesia-siaan

Beginilah sepasang burung mengaca ayat
mendahului leluhur yang mengabdi di atas langit langit kemegahan

Beginilah kita belajar
mengintip setiap burung burung yang menyembunyikan sarangnya berbagi anak-anak kelak
diam-diam kita telah menguraikan warnawarna selimut di atas tempat tidur
yang selalu merindukan hadirnya pergumulan
kita telah dewasa karena keinginan selalu hadir di setiap basah keringatmu
kedewasaan ini terus datang berlanjut
perjanjian ini keburu menyimpan igau
tubuh yang kian menyempit
dalam ruang terhimpit

Beginilah dahaga yang tak pernah kering karena airmu

Jumat, 26 Maret 2010

Dari jendela Peracikan MR. SUBSTITUSI

Saking getolnya mengganti obat di apotek maka tahun ini dia sukses menyandang gelar Mr. Substitusi. Saking paham betul soal komposisi , indikasi,reaksi akhirnya semua obat yang diresepkan dia ganti sesuka hatinya dengan produk KF. Ketika ada keluhan dari keluarga pasien dengan ketenangan penuh tanggung jawab serta rasa percaya diri yang besar dia jelaskan dengan sangat terperinci, hingga sang pasien manggut-manggut tidak jadi marah.
“Ya, trims pak dokter,” kata pelanggan tersebut.
Mr Substitusi manggut-manggut sambil garuk-garuk kepala. Aneh sejak kapan aku alih profesi jadi dokter, begitu barangkali yang ada dalam pikirannya. berkala” untuk menyegarkan dan meningkatkan product knowledge apoteker dan asisten apoteker, yang ketiga: memperbaiki system perencanaan pengadaan barang, sehingga pesanan ke KFTD menjadi lebih baik, setiap pesanan wajib dibuatkan SP dan yang ke empat : setiap pengobatan pegawai dan keluarganya wajib mengutamakan produk Kimia Farma dan dalam hal ini di apotek dialah yang diberi wewenang penuh untuk mengganti produk tersebut. Hebat! Maka tidak heran setiap hari kerjaan mr substitusi ngintil semua outlet untuk mengechek kebenaran empat hal tersebut di atas. Apa sudah diterapkan dengan sungguh-sungguh atau belum sama sekali. Kalau belum dilaksanakan apalagi agak malas dan pura-pura lupa maka akan dapat hukuman.
Jangan sampai ada istilah, lho, saya ‘kan ndak tahu bos kalau harus diganti dengan produk KF. Lho lagi. Lho lagi. Setiap ditanya jawabnya Lho. Teorinya dari atas harus nyambung sampai tingkat paling bawah. Bila perlu pembantu AA-pun dituntut harus tahu. Ntar kalau tercapai, bonusnya bisa dinikmati beramai-ramai.
“Hei, kenapa tak kau ganti produk KF? Naaaaa, ketahuan……”
Sang tertangkap basah hanya melongo lupa mingkem sambil bersikap salah tingkah. Gimana ya, kalau yang ini lha, TST-lah.
“TST? Apaan?”
“Tau sama tau bos hehe… Tahulah bos kalau tiap malam sang empunya produk rajin nyamperin kita dengan sebungkus martabak. Laper bos kalau sampai kelewat shift pada belum makan.”
Wuaduh, gawat! Kayaknya kalau begini bagian promosi juga sepertinya tidak diberikan untuk lengah sedetik saja. Masak gara-gara ‘martabak’ kita rela jadi pengkhianat dengan mengganti produk pihak ke-III? Wah..wah…. gawat juga. Ada ndak yang punya saran untuk hal begini?
Mr. Substitusi dibuat jadi berpikir keras. Jadi tidak hanya sekadar menghafal empat hal pokok di atas. Teori dan praktek terkadang bisa berubah pikiran disaat martabak merambah perut yang lapar. Teorinya, harus menjalankan produk KF, tapi prakteknya : makan martabak. Apa iya statement dan konsistensi bisa kita pertahankan pada jenjang atas nama perut lapar? Ah, jangan-jangan hanya ulah sang perut aja yang begini, perut yang terlalu manja, atau jangan-jangan juga ketika tim promosi KF datang kita juga acung jempol tinggi-tinggi sambil berkata keras-keras:
“Hai teman, wah produk KF udah aku jalanin tuh liat obat di kotaknya ampe habis ludes, besok tinggal buatkan surat pesanan lagi dan ane lakuin kenceng-kenceng sangat kenceng hehehe hebat ‘kan? Ya, produk KF memang hebat dan mantap. Coba aja yang hanya mau beli minyak telon untuk anaknya yang susah kentut, ibunya juga ane tawarin dasabion. Hehehe kok malah ‘ngena’ and mau dibeli juga ya? “
“Wah, anda ternyata memang bener ndak omong kosong kalau dijulukin “sang Substitusi”alias mr. substitusi. Kasi tahu temen-temen yang lain di apotek untuk tetep konsisten menjalankan produk KF ya?” rekan tim pemasaran dari KFTD memuji. Yang dipuji nyengir senang sambil membayangkan martabak.
“Aku yang semangat berapi-api jalanin produk KF, dia malah yang dapet nama. Harusnya aku dong yang dipuji-puji,” gerutu temennya di belakang. Takut bersuara keras-keras, ntar kalau kedengaran malah bisa kena skorsing, tambah runyam!
Tapi akhirnya haha-hehe berakhir dengan salam-salaman sebagai wujud persaudaraan dan sama-sama berjuang untuk mencapai target yang maksimal. Tenang saja kawan, bonusnya yakin akan dibagikan. Semuanya sudah diperhitungkan kok.

SEMENIT SAJA


Beginilah barangkali cinta memanfaatkan waktu
menawarkan luka luka berbalut kekecewaan
sementara waktu bagian dari kehidupan
yang memburu suasana hati penuh jarak panjang
cinta yang megap-megap sesaat memahami jalan-jalan panjang
pada kerikil yang mengait luka
pada aspal-aspal panas menguap
pada trotoar yang selalu sempit
pada traffic light persimpangan
Apakah arti sebuah hati ketika aku belum memahami perasaan seorang wanita
pada ruang waktu yang meruang sudutmu dan hidup ini butuh kepastian
hidup takkan terbayarkan oleh cinta kalau di dalamnya penuh pergulatan panjang
apakah itu sebuah dusta

Apa arti sebuah hati manakala prasangka tercabik-cabik oleh kebohongan.
penuh kebimbangan
pada zebra-cross yang kental dengan tanda-tanda
pada penjaja koran jalanan
pada pepohonan yang kering termakan sinar matahari
Apakah cinta ini akan membangun hidupnya sendiri-sendiri dan selalu menggeliat pada setiap kisi-kisi jendela hati kian usang?
arah mana yang kau tuju,dik?
Kian bimbang terucap!

Oh, sumringahnya hati nan berkarat
penyok oleh benturan kekecewaan
tak terobati pil anti mabuk
atau nelangsa dalam pil penenang
- sekadar menenangkan syaraf pada sel yang melumuri ingatan

Cinta butuh jeda sesaat
untuk mengukur sejauh mana kesungguhan hati punya arti

Memang cinta benar-benar butuh jeda
semenit saja

Kamis, 25 Maret 2010

TENANG SOBAT


Tenang sobat,
200 juta kupersempahkan utpeti ini
Untuk sebuah kursi
Hoopla…jadilah aku ketua partai

Tenang sobat
Sebuah proyek akan menantimu
Kita jadikan negeri ini terminal bisnis

KECIAL KUNING (2) (di kamar hotel tidar)

Dan begitu hebatnya sang kecial bermanis-manis muka
lupa tempat berlabuh, mana daratan yang harus kutuju
bayangnya menebar pesona
mana hatiku terpilah kau sembunyikan di balik pantulan bayang bayang

Senyummu aroma yang memabokan
aku hilang diri lupa Tuhan telah berpihak kemana
dosa ini terlalu dini untuk dibahas
selalu saja aku menyatu dengan langit
menari-nari dalam singasana megah berkilau emas bersepuh janji janji pasti
“rencana ini terlalu vulgar menyelusup diam diam”
ke dalam tubuh
sangsi aku kebenaran
sangsi akan kegoyahan cinta yang ditebus dalam kehangatan sinar pagi
“dik, tubuhmu terlalu hangat untuk ditinggalkan”