Selamat Datang di Ruang Pajang Cipta Karya Sastra (Puisi, Cerpen, Drama, Artikel, dan Catatan Budaya) =============================================================================
Tampilkan postingan dengan label serba-serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serba-serbi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Maret 2010

Tokoh Sukses Kelola Sriwijaya


hanya sayang betahnya di Mataram lebih betah diburu SK Mutasi, padahal jodoh menanti di Mataram

Rabu, 10 Maret 2010

Senin, 01 Maret 2010

Mengenang almarhum WS RENDRA sang budaya kasur tua....... maksudnya?

Itu ungkapan mas putu wijaya: kebudayaan jawa adalah kebudayaan kasur tua. Itu hanya sebuah diskusi yang memamerkan ketersinggungan banyak kalangan.
Kebudayaan yang tinggi bukanlah kebudayaan kurang ajar.
Pemikiran sang burung merak bukan karena ulahnya baru nangkring kembali sepulang dari amerika.
Bahkan mungkin itu hanya satu bentuk ekspresi mini kata untuk mencemooh sang balada orang-orang tercinta.
Kasur tua baginya hanya ingin mengembalikan khasanah budaya usang, membuang tradisi temporer yang dogmatis menjadi tokoh pembaharu, merubah zaman yang buktinya sepeninggalan sang burung merak masih senang untuk dikenang, senang mengenang teater mini kata dalam almamater bengkel teater., adakah sang penerus kata....????
Bintang mahaputra atas pemakaman mas Rendra seperingkat mbh surip yang tidak mau dimakamkan di taman makam pahlawan bagi tokoh ”art heroik” karena tidak mau dan tidak butuh untuk dihormati.
”Sekelumit mencari bapa”
Namaku Suto
Ketika aku lahir
Hujan turun dengan lebatnya
Di ujung senjakala
Sebagai bayi tubuhku terlalu besar
Aku lahir dengan kaki lebih dulu
Ibuku berteriak:”Aaaak”- lalu mati




Sumber kata”: goro-goro mas putu wijaya majalah tokoh 9 hingga 15 agustus 2009.

Jumat, 26 Februari 2010

Dari Jendela Peracikan : MAKIN LANGKA TENAGA AA DI KFA MATARAM


Pada salah satu rubrik halaman iklan Lombok Post ada dimuat kalimat begini: Dibutuhkan tenaga Asisten Apoteker berumur tidak kurang dari 25 tahun dan bersedia di tempatkan dimana saja. Perusahaan raksasa farmasi Kimia Farma saat ini memang benar-benar membutuhkan tenaga AA yang konon langka diperoleh di Mataram. Manakala muncul sebuah pertanyaan, apakah saya akan di tempatkan di Kupang atau Aceh? Eh, ntar dulu belum apa-apa kok sudah balik interview. Tapi ketika penulis sempat tanya bagian audio-visual employe-nya jawabnya: tenaga yang akan diperoleh ini (yang kalau memang berminat kerja di Kimia Farma) akan di tempatkan di jalur jurusan Selong-Sumbawa- Bima yang perusahaan maha besar Kimia Farma tengah menempatkan outlet-outlet KSO-nya di daerah nun jauh disana.
Kenapa tenaga AA di Mataram masih langka? Terbukti dari outlet-outlet yang ada di Kimia Farma mataram hampir rata-rata dihuni oleh tenaga part-timer, tenaga kerja yang dimaksud ada yang mengambil pekerjaan sambilan sebagai tenaga PNS kesehatan, ada juga yang ”nyambil” kerja di apotek swasta lain. Entah yang benar mana, pekerjaan di perusahaan swasta lainnya dianggap sebagai sambilan? SK-nya sebagai PNS di kesehatan sebagai sambilan atau pekerjaan di Kimia Farma itu sendiri dianggap sebagai sambilan. Terlepas dari permasalahan ”nyambil” atau tidak ’nyambilnya’ bekerja di Kimia Farma, yang pasti manajemennya harus cerdik untuk menggiring perusahaan untuk tercapai target laba yang diharapkan, Kimia Farma pada outlet pelayanan harus mampu mempertahankan para pelanggan, membina hubungan baik dengan para pelanggan.
Walaupun tenaga AA di Kimia Farma Mataram masih dianggap kurang mencukupi dan masih ada jabatan yang dirangkap untuk memenuhi standard kriteria operasional. Kita melihat pertimbangan manajemen untuk pengiritan biaya pegawai, bisa jadi dan masuk akal.
Barangkali saking langkanya tenaga murni AA yang ada di Kimia Farma Mataram sampai-sampai pada bulan mei 2008 baru-baru ini, Bisnis manager Kimia Farma Mataram menempatkan koordinator teknis non AAnya pada satu atau dua outlet Kimia Farma apotek. Muncul syak wasangka pro-dan kontra di kalangan tenaga-tenaga AA yang ada, baik yang telah cukup lama bekerja atau yang baru bekerja. Kenapa tenaga non AA yang ditempatkan sebagai penanggung jawab teknis apotek. Apakah tenaga AA yang ada tidak memiliki nilai kompentensi dan kurang kualifield. Barangkali Tenaga murni yang ada yang dimaksud kurang murni berkolaborasi dengan manajemen utamanya kolaborasi dengan atasannya sangat kurang? Bisa jadi tenaga non AA yang memiliki nilai kolaborasi dianggap lulus kompentensi dan memenuhi standard kwalitas sejajar dengan AA. Tenaga koordinator teknis cukup dijabat tenaga non AA saja atau dengan melihat lokasi dokter in-house yang ada di outlet barangkali outlet Kimia Farma apotek tetap menerima resep-resep yang mudah terbaca seandainya timbul permasalahan menyangkut teknis sesuai dengan teori-teori kefarmasian menyangkut teori resep, farmakologi, maksimal dosis obat, specialite dan sinonim obat menyangkut bahasa latin dan lain-lain-dan lain-lain yang tidak bisa secara spesifik kita paparkan disini. Seandainya muncul permasalahan, ataupun terjadi kesalahan yang bersifat insidentiil disana cukup tanggung jawab diserahkan pada apoteker selaku asisten manager pelayanan dan koordinator teknis cukup sebagai simbolis saja sebagai jabatan dalam bayang-bayang.
Mumpung belum ada tenaga AA yang benar-benar murni di Kimia Farma Mataram ini atau ada pertimbangan teknis lainnya dari Bisnis manajer.Ini namanya manajemen ”seandainya” , manajemen ”Barangkali bisa”atau menejemen ”Coba-Coba”. Semua tenaga bisa dicoba, dipercayakan di satu bidang, kalau tidak cakap ya buang saja, toh masih ada tenaga lain yang bisa dicoba. Kan ada pelajaran manajemen ”Praktis Asal tidak morat-marit” yang bunyinya begini, the right man on the wrong place? Bukan!.Tapi jangan heran, tenaga AA pun bisa memiliki standar kwalitas tidak lebih dari apoteker. Karena kalau kita melihat perkembangan KFTD belakangan ini, bisa kita lihat ada beberapa tenaga AA yang naik peringkat sebagai kepala cabang dengan melalui uji kompetensi.Terlepas daripada tenaga AA di KFA ataupun tenaga AA di KFTD patut acung jempol buat BM Mataram telah bisa memilih tenaga berkualitas yang nilainya sejajar dengan AA yang ada di Kimia Farma. Mudah-mudahan pertimbangan kompetensi ini bukan atas dasar quisener ”like and dislike” sehingga rekan-rekan non AA lainnya sejajar dengan SMU atau sekolah paket C sekalipun yang punya ambisi menjadi kortek, supervisor bahkan MAP berperingkat kepala cabang sekalipun bisa benar-benar berkolaborasi dengan baik dan benar-benar memanfaatkan waktunya yang senggang untuk banyak belajar.(DGK)

Kamis, 18 Februari 2010

WORKHOLICS: MUARA SEBUAH TREPALIUM


Albert Low menulis begini : memang sulit membuat struktur organisasi yang memungkinkan semua karyawan, khususnya para spesialis, dapat melakukan pekerjaan dengan efisiensi dan produktivitas maksimum.Tanda tanya terbesar, menurut Low, adalah bagaimana membuat orang-orang itu cocok dalam “ kotak” nya. Well, sebuah ungkapan lama The right man on the job?
Konteks di atas menarik minat setiap manajer, pemikir perusahaan yang senantiasa berhari-hari membuat jadwal rotasi tenaga kerja untuk meningkatkan omzet perusahaan. Dan mereka membuat kantung-kantung kegiatan yang terdispersi dalam efektifitas tidaknya penempatan setiap worker pada bidangnya masing-masing. Efisien apa tidak untuk pencapaian target maksimum seandainya tenaga yang ditempatkan yang justru sebaliknya spesialisasinya malah akan melumpuhkan SDM. Seandainya pemahaman para worker yang menuai obsesi tentang sebuah kerja yang terlalu membebani, bukan sebuah perkara sepele muaranya akan membentuk kotak-kotak spesialisasi trepalium terbagi-bagi. Sebutan lain dalam bahasa latin yang dapat diterjemahkan sebagai pemasungan atau sebuah anggapan kerja itu adalah sebuah siksaan. Para tenaga kerja yang terpaksa melakukan kewajiban tidak pada skillnya masing-masing.. Pada akhirnya Seorang Albert Low-pun akan membuat sebuah dilema yang skeptis. Workaholic akan berkata, kerja bukan sebuah beban lagi dalam dilematis pengharapan sebuah kerja dalam nurani berbeda. Sebuah kerja yang ibadah.Sehingga trepalium bisa berubah konotasi sebagai perbudakan halus sebuah kerja, Trepalium mengembangkan sebuah jaring sutra tembus pandang dalam sebuah kalimat prosedur worker. Kerja yang disiplin untuk pencapaian target .Kalau kita melihat proses berlangsungnya kerja buruh pabrik, memang pas perlakuan konteks di atas. Akankah itu terjadi pada proses pelayanan jasa pada sebuah apotek? Silly question deserves silly answer. Atau Recipe, istilah bahasa farmasi latin seorang dokter menulis resep buat penebusan obat di apotek: ambil dan siapkan. Sebuah icons pencapaian target. Kewajiban sebuah pencapaian pada garis di tingkat aman perusahaan terhadap produktivitas tenaga kerjanya. Produktifitas yang mengabaikan kreatifitas untuk ukuran workaholic.
Sasaran vital dalam perusahaan pada akhirnya adalah laba. Pencapaian sebuah target yang harus dibumbui oleh efisiensi dan efektifitas.Kinerja yang baik pada totalitas setiap kompleks permasalahan sehingga tanpa disadari harus tercapai kerjasama yang baik , telah dibangun suatu komunikasi antara manajer dan bawahan dalam sebuah disiplin kerja yang baik. Dan manakala itu bermuara pada trepalium akan menjadi penghambat komunikasi dan kreatifitas karyawan. Komunikasi seorang atasan yang kurang kondusif terhadap bawahan akan memberikan signal lumpuhnya produktifitas karyawan. Gejala awal kreatifitas yang mandul yang menggiring pada laba yang tak tercapai. Menggiring pada laba yang tak menentu serta menggiring aktifitas kerja sebagai pekerja yang semau-maunya.
Pertanyaannya adalah bagaimana produktifitas tanpa mengabaikan kreatifitas pada sebuah apotek suatu unit layanan dari hulu ke hilir untuk meningkatkan laba sebuah apotek? Apakah hanya cukup dibangun oleh sebuah komunikasi yang baik saja antara manajer dan bawahan. Kalau ini dikatakan sebuah jawaban bahwa komunikasi yang baik mampu meningkatkan kinerja, tentunya akan dapat mengembangkan sebuah kemajuan dari tingkat rendah sampai tingkat atas untuk kemajuan apotek itu sendiri, akan jadinya seorang worker tangguh produktifitas yang penuh kreatif dalam meningkatkan laba apotek.
Workhaholic pada perusahaan kita seperti Kimia Farma ini adalah mensejajarkan antara produktifitas dan kreatifitas untuk pencapaian kerja. Untuk pencapaian sebuah kinerja yang unggul tentunya.