Selamat Datang di Ruang Pajang Cipta Karya Sastra (Puisi, Cerpen, Drama, Artikel, dan Catatan Budaya) =============================================================================
Tampilkan postingan dengan label FEATURE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FEATURE. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Februari 2010

1 TRILYUN PRODUK KF DI BALI


Bertempat di hotel Ina Sindhu beach Sanur Bali dari tanggal 30 april sampai dengan 1 mei 2009 telah berlangsung acara workshop produk kaef . Acara yang dibuka langsung oleh direktur pemasaran drs. Agus Anwar yang menurut beliau kegiatan workshop ini merupakan target terakhir dari beberapa perjalanan dari masing-masing BM yang telah dikunjungi selama jadwal kegiatan roadshow di beberapa daerah yang nantinya diharapkan mencapai target 1 trilyun. Acara yang diikuti 3 Bisnis Manager terdiri dari BM Bali, BM Mataram NTB dan BM Kupang berlangsung sangat padat dengan diselingi beberapa kali teriakan yel-yel yang merupakan bentuk semangat baru dalam sinergi yang mempersatukan antara ujung tombak pemasaran trading, KFA dan unit produksi.
Yang menarik dari kegiatan workshop kali ini sebagaimana komentar Drs Suharno,apt direktur utama KFTD bahwa dari beberapa daerah yang dikunjungi , hanya daerah Bali-Nusra ini yang terlihat sangat antusias dan penuh semangat dari awal acara, para peserta hampir sebagian besar memberikan suatu harapan sangat optimist. Terlihat pada sesi tanya jawab beberapa peserta memberikan pertanyaan yang bersifat menukik pada sebuah celah-celah bagaimana bertemperamental sebagai penjual yang handal untuk produk sendiri, bagaimana menanggapai kendala pemasaran kompetiter yang demikian gencar nilai santunannya (contohnya: sanbe, kalbe,dexa ataupun novartis yang nyata-nyata diatas peringkat pareto produk KF) .Tidak ada tanda-tanda ataupun gejala-gejala yang mengesankan track-record bagaimana sebenarnya hubungan yang dianggap kurang sinergis selama ini terjadi di lapangan antara KFA dan KFTD yang terkesan saling menyudutkan dalam upaya pembenahan pelayanan di tingkat intern. Tidak ada sesuatu hal yang mengkhawatirkan untuk kerjasama ke depan dalam mengupayakan serta lebih memprioritaskan produk kaef pada counter-counter pelayanan, pada setiap harapan yang lebih mengoptimalkan substitusi terjadinya transaksi produk sendiri serta lebih mengutamakan pemakaian produk Kaef dalam penulisan resep, khususnya bagi karyawan Kimia Farma itu sendiri. Intinya untuk karyawan dan seluruh keluarga karyawan wajib mempergunakan produk KF.
Permasalahan klasik yang kerap muncul manakala membicarakan produk KF, terlebih ketika dikaitkan dengan penulisan resep produk pihak ke-3 akan dihadapkan pada satu dilema hingga berujung pada pertanyaan: “Kenapa kok produk KF jarang di tulis dokter atau malah tidak dikenal sama sekali?” Dan salah seorang dokter pernah komentar dengan nada guyon: “Wah, dari Kimia Farma ya? Kurang ne Fulus-nya !” Apa iya produk kaef kurang laku? Apa iya, produk kaef jarang ataupun boleh dikatakan tidak pernah dipromosikan? Akhirnya ujung-ujungnya akan saling melempar kesalahan antara KFA, KFTD dan Plant muaranya pasti menyalahkan marketing. Hal ini terkait dalam pemaparan direksi operasional KFA Dra. Juleti,apt pada sesi ke 2 setelah presentasi produk yang disampaikan drs. Agus Anwar. Dalam pesan awal direksi operasional menggambarkan bentuk karikatur yang cukup jeli membahasakan apa sesungguhnya yang terjadi di lapangan. Sebuah rumours halus yang saling mencari kambing hitam dan saling main tuding-tudingan antara KFA,KFTD,Marketing dan Plant. Dan akhirnya yang menjadi pemenang adalah pihak 3. : ”Bangun dan kembangkan tuh apotek Kimia Farma banyak-banyak di seluruh Indonesia, pangsa pasar gue bakal meningkat tajam.” Kata orang sanbe akhirnya.. Jangan sampai terjadi anggapan demikian, walau itu suatu kenyataan yang kita jumpai di lapangan. Inilah merupakan tonggak sejarah awal sinergi menjadikan produk sendiri sebagai primadona KFA, papar Juleti lebih lanjut. And than.......STOP BLAMING!!!!
Harapan direksi operasional untuk semua pihak mengingat pangsa pasar produk KF di apotek KF sendiri, sangat kecil dan cenderung menurun dari tahun ke tahun, bahkan seperti terkesan kita terlena dalam sebuah tidur yang panjang oleh buaian produk pihak ke-3. Harapan untuk semua pihak antara prinsipal, distributor dan apotek bukan hanya jalan sendiri-sendiri atau lebih tepat dikatakan produk KF masih jalan-jalan di tempat. Adalah menghilangkan semua kesan yang saling menyalahkan satu dengan yang lain, efektifitas keberhasilan dalam pelaksanaan untuk mewujudkan produk KF menjadi primadona adalah menjadi tanggung jawab bersama antara KFA, KFTD dan Plant/marketing. Dengan demikian tolok ukur keberhasilan sinergy yang dimaksud dalam kebersamaan semua pihak bahwa pangsa pasar produk KF di apotek KF sendiri menjadi terbesar diantara pangsa pasar produk prinsipal lainnya. Mungkinkah itu? Tekad dalam workshop yang berlangsung di Denpasar Bali ini telah mencatat dan akan menjadi tonggak sejarah untuk diteruskan ke daerah-daerah dengan mengubah mindset bahwa produk KF merupakan tanggung jawab kita semua untuk kita pasarkan, kita perkenalkan kepada masyarakat secara terus menerus tanpa pernah berhenti.
Dan yang lebih menarik lagi dari workshop ini dengan kehadiran dirut PT Kimia Farma Bp syamsul Arifin dalam memberikan sebuah cerita menarik yang membuat terbahak-bahak seluruh peserta yang hadir. Akhirnya memang Quo Vadis Kimia Farma! Pada rel kereta sebelah mana kita berjalan? Akankah sampai ke tujuan atau macet total keretanya tidak jalan sama sekali alias jalan-jalan di tempat?(DGK)

Jumat, 05 Februari 2010

Tatap muka dgn direksi operasional KFA : ”OBAT PALSU LEBIH BERBAHAYA DARI UANG PALSU”


Dengan menerbitkan banner tersebut di atas yang merupakan 5 essensi jaminan Kimia Farma Apotek (KFA) terhadap layanan masyarakat akan menepis anggapan masyarakat bahwa apotek kimia farma yang memiliki jaringan cukup banyak di NTB memang benar-benar diyakini tidak mengedarkan obat palsu di masyarakat kendati harga obat di apotek kita dinilai cukup mahal dibandingkan dengan apotek pihak ketiga. Hal ini diungkapkan direktur operasional KFA Dra, Juleti dalam kunjungan kerjanya ke BM mataram ( sabtu,14/3) bertatap langsung muka dengan seluruh karyawan sekaligus memberikan dorongan moril atas beberapa kali kejadian yang sangat memprihatinkan menimpa Kimia Farma Mataram. Tercatat musibah terakhir dengan ditutupnya (kontrak setengah jalan dengan keputusan sepihak) 2 buah outlet RSU oleh pemda Tk I NTB yang beroperasi sejak 1991.
Direksi menegaskan sekaligus memberikan dorongan semangat yang bernuansa kan pesan-pesan spiritual bahkan nampak pada pembukaan pembicaraan beliau sempat meneriakkan yel-yel outbond diikuti teriakan semangat yang sama dari seluruh karyawan, bahwa musibah ini merupakan peringatan bagi kita untuk lebih introspeksi apakah itu merupakan sebuah ujian dari Allah bahwa apotek yang telah lama beroperasi di lingkungan rumah sakit secara finansial dirasakan kontribusinya belum menyentuh semua dokter ataukah pelayanan kita kendati secara extern ke masyarakat luas ”dianggap” masih memiliki kekurangan yang berimplikasi pada citra rumah sakit itu secara keseluruhan sehingga muaranya secara internal pihak rumah sakit menerapkan sistem pelayanan obat satu pintu dengan mendirikan sendiri apotek depo Instalasi.
”Namun makna apa yang dapat kita petik di balik semua musibah itu? Ada hikmah yang menunggu dan mari tingkatkan spiritual kita,” tandasnya.
Atas dasar itu direksi lebih banyak mengajak seluruh insan Kimia Farma di mataram untuk menengok lebih dalam lagi ke dasar hati serta untuk lebih berlapang dada. Tidak hanya itu, dengan bercermin pada musibah ini justru kita diharapkan untuk lebih melihat apa yang menjadi kekurangan-kekurangan kita. Manakala salah seorang mantan karyawan sudah memulai menjadi kompetitor kita dengan mendirikan apotek yang bersebelahan dengan outlet KF 134 di jalan pejanggik serta berusaha untuk ingin mengungguli Kimia Farma sebagai sebuah perusahaan Farmasi yang cukup mapan dan sudah lama malang melintang di dunia bisnis kefarmasian, maka kemunculan pesaing yang terkesan sebagai ancaman yang akan membabat keberadaan kita akan membuat lebih waspada menyikapi.
”Ancaman itu jangan membikin kita marah dan ikut berprilaku sama. Yang pasti dengan berdirinya apotek kompetitor itu nantinya, saya tidak mau mendengar bahwa Mataram akan menjadi outlet pemecah rekor kejatuhan atas berdirinya pesaing. Jangan ini dijadikan rekor!” ungkap direksi tegas.
Sebagai nilai tambah terhadap pelanggan, kecepatan layanan serta bentuk pelayanan dalam service keramahan tersebut menurut direksi ada 5 esensi sebagai jaminan terhadap masyarakat luas antara lain berupa : Obat yang dikeluarkan dari apotek Kimia Farma adalah obat asli yang diperoleh dari pemasok/distributor yang resmi, memberikan jaminan kelengkapan, harapan – harapan dilayani oleh petugas apotek dengan penuh keramahan serta layanan profesi apotekernya dalam memberikan penjelasan purna jual terhadap costumer.
Esensi pertama sebagai nilai tambah tersebut bisa juga merupakan salah satu bentuk warning terhadap masyarakat luas mengenai pemahaman obat palsu dengan style penyampaian yang lebih profesional misalnya berupa spanduk yang telah terpasang di outlet-outlet Kimia Farma Apotek seperti : ”Apotek Kimia Farma menjamin obat yang anda terima asli dan resmi, jangan tertipu harga murah tapi obat palsu” atau yang lebih ditegaskan direksi lagi dalam bentuk kalimat-kalimat yang lebih kreatif misalnya seperti: ”Obat palsu lebih berbahaya dari uang palsu”. Konotasinya akan berarti Sebaiknya anda datang ke Kimia Farma saja. Obatnya pasti dijamin asli. Ini merupakan salah satu nilai plus dalam pelayanan.
Sudahkah semua insan kimia Farma pada lini depan memberikan nilai plus terhadap pelanggan? Direksi ingin membuktikan semua motivasi yang beliau berikan bukan hanya menyentuh pada tingkat pelayanan si garis depan saja. ” Kalau perlu manajernya dan segenap pimpinannya kalian ingatkan dan berikan semangat. Bila perlu setiap pagi mengawali kegiatan rutin di pelayanan, adakan jumpa kreatifitas sharing penanganan pelanggan dalam mata acara morning-call,” ungkap direksi yang ditujukan kesemua karyawan yang hadir sembari menunjuk ruangan pertemuan BM mataram yang dinilai sangat bagus dan cukup nyaman memberi banyak inspirasi ke arah kemajuan-kemajuan perusahaan. ”manfaatkan ruangan ini!”

- Mewujudkan Produk KF sebagai Primadona
Pada sesi kedua penjelasan direksi dipaparkan ringkasan awal target penjualan produk Kimia Farma ke depan sebesar 136 M sebagai ”hasil kerja bareng” sinergis antara prinsipal (plant, marketing) serta distributor (KFTD,ULS dan retailer) terhadap pencapaian 10% target penjualan di KFA. Untuk menjadikan primadona memang merupakan sebuah kerja berat dan dengan penuh komitment harus dilakukan semua pihak dengan tanpa saling menyalahkan satu dengan yang lain antara Trading, KFA maupun unit produksi (Plant), terlebih lagi dengan membaca data pareto 2007 secara nasional Produk Kimia Farma menempati rangking ke 5 (2,76%) setelah Novartis Biochemie (3,33%). Namun harapan direksi penuh optimist dapat dilakukan dengan upaya-upaya display produk yang memenuhi semua tempat, display pada COC, penempatan sarana promosi di berbagi ruang tunggu terlebih lagi outlet yang memiliki dokter in huose akan lebih mudah dilakukan komunikasi produk bahkan bisa dilakukan substitusi yang tentunya dilaksanakan dengan cara-cara beretika.
Selain pipe-lining yang dilakukan tak kalah pentingnya adalah membangun kesadaran sense of belonging itu sendiri bukan hanya sebatas dibibir saja: Semua pejabat Kimia Farma ( tanpa terkecuali ) baik dari kalangan atas sampai tingkat bawah beserta seluruh keluarganya wajib mengutamakan produk KF. Bila perlu kita himbau kenalan-kenalan dekat dan tetangga-tetangga kita semua!
Seandainya semua itu terwujud istilah moonlighting( suatu makna halus sebagai pengungkapan melacurkan produk sendiri dengan lebih meng-agung-agungkan produk pihak ke III selaku kompetitor karena kompensasi keuntungan pribadi) sebagaimana yang diistilahkan direksi gaungnya akan berkurang, bahkan tidak ada terdengar sama sekali.(DG.Kumarsana)

Catatan : tulisan dalam bentuk laporan pemberitaan ini telah dibuat setahun yl dan telha saya kirim ke media perusahaan Gema Kaef. Namun tidak ada kejelasan apakah naskah ini belum dimuat, tidak dimuat atau telah dimuat. Yang jelas kami di daerah tidak mengetahui sama sekali (meski telah menanyakan langsung ke redaksi). Untuk itu kehadiran tulisan ini lewat media FB hanya sebagai sekadar penyambung rasa untuk selintas info mengenai kegiatan outlet di daerah(mataram) yang dalam kunjungan direksi operasional KF ke Mataram beberapa waktu yl. Sebab, kalaupun tulisan ini pernah dimuat, tidak ada info ataupun jelas media gema kaef sirkulasinya tidak sampai ke NTB. Untuk rekan2 sejawat yang belum membaca saya menghadirkan tulisan itu kembali untuk dapat dibaca. Dan laporan tulisan dalam bentuk berita berpenampilan feature ini memang layak untuk dibaca sebagai sebuah perbandingan di outlet2 Kimia Farma lainnya yang sangat kami cintai. Bravo Kimia Farma.

Kamis, 04 Februari 2010

BAGAIMANA KALAU KEDAPATAN SEORANG GURU MENYIMPAN VIDEO PORNO DI PONSELNYA??????

Pernyataan tegas dilontarkan ketua komisi II DPRD kota Mataram H Wildan, SH. Ia menyarankan kpd siswi yg dipecat dari sekolahnya utk melaporkan kepsek MAN I Mataram ke polisi jika tidak diterima kembali bersekolah disana sampai tibanya waktu semesteran.

Hal ini diungkapkan waktu menjawab suara NTB di ruang kerjanya, kamis (19/11) kemarin. Hal tsb diungkapkan lantaran siswi tersebut tak kunjung bersekolah lagi di MAN I sesuai kesepakatan antara komisi II DPRD kota Mataram, Depag kota Matatram dan Kepsek MAN I Mataram bbrp wkt lalu
Depag dan kepsek mengingkari kesepakatan itu.

Kesepakatan waktu itu kalaupun terjadi resiko terburuk: siswi ybs harus diterima kembali di MAN I Mataram

Ada upaya menghalang-halangi siswi ybs untuk mengeyam pendidikan. Ini namanya pelanggaran hak anak yang dapat dijerat pasal dalam undang-undang perlindungan anak.

Komisi II DPRD boleh geram, kepsek boleh marah dan bahkan depag boleh berupaya melakukan tindakan prosedural, namun undang-undang perlindungan anak masih dianggap berlakukah?

Bagaimana kalau seandainya kedapatan sang pendidik sendiri menyimpan video porno apakah akan diekspose atau hanya didiamkan saja? Mana kita tahu!!!?

3 orang siswi yang lagi naas kedapatan menyimpan video porno pada ponselnya solusinya: satu siswi terpaksa dinikahkan pada usia belia yang belum waktunya berumah tangga, satu siswi pindah sekolah dan satunya lagi bertahan unutk tetap dapat mengenyam pendidikan di MAN I yang hingga kini belum diterima.

Kita kembalikan fungsi sekolah yang bukan sebagai mediator untuk menghukum anak didik, tapi untuk membina generasi muda tunas bangsa. Sungguh ironis untuk sebuah kesalahan tanpa melakukan upaya reprimand yang bersifat internal. Apa solusi bagi generasi kita ini? Apakah sebuah kegagalan sekolah ataukah kegagalan tenaga pendidik dalam membina anak-anak didiknya? Ataukah memang dasarnya siswi itu sendiri memiliki naluri ingin tahu yang besar untuk sesuatu yang bertentangan dengan moral, yang pada dasarnya belum waktunya harus mengetahui hal-hal di luar batas norma..
terus, gimana kalau gurunya sendiri kedapatan nyimpan video porno di ponselnya?

Catatan:
Cuplikan berita suara ntb jumat 20 nopember 09

Selasa, 02 Februari 2010

Catatan selepas urun rembug SPKF NTB: BEKERJA DI KF SEBAGAI BATU LONCATAN


Apa benar demikian? Tulisan ini berangkat dari beberapa kali terjadinya penyaringan test CPNS yang diikuti hampir sebagian besar para calon-calon pencari kerja yang rata-rata umumnya datangnya dari anak-anak baru lulus sekolah, anak-anak yang lama menunggu kesempatan untuk mencari status kerja yang pasti juga anak-anak kita di Kimia Farma NTB yang belum jelas status kepegawaiannya antara menunggu kepastian sebagai pegawai tetap (PT) atau berpeluang hanya sampai pada pegawai tidak tetap (PTT) seumur masa kerja total ( sampai pensiun)
Peluang untuk memperbaiki taraf hidup atau katakanlah ada peluang untuk memperjelas status atau singkatnya bekerja sebagai seorang pegawai negeri ada punya gengsi tersendiri. Gengsi berseragam bak guru oemar bakri berjiwa sysiphus. Untuk memburu status dan gaji yang lebih baik. Mengapa tidak? Kalau usia dan kecerdasan masih mampu untuk bersaing mengapa disia-siakan datangnya peluang? Bisa sebagai ajang untung-untungan, ajang coba-coba atau juga ajang semacam move halus untuk membuktikan : Ini lho lapangan kerja lain masih membutuhkan saya, tidak hanya menunggu kepastian di satu tempat.(misalnya sampai tua di KF dengan status calon pegawai belum pasti status kepegawaiannya)
Untuk tahun ini saja (test CPNS NTB) hampir ratusan orang lulus dan yang perlu dicatat 5 orang diantaranya adalah justru tenaga-tenaga Asisten Apoteker yang sudah cukup handal bekerja di Kimia Farma NTB. Tahun ini yang berhasil lulus terdiri dari 4 orang tenaga AA wilayah kerja outlet KF Mataram serta 1 orang rekan dari KF Asy-Syifa Bima. Itu berarti untuk bulan berikutnya sudah terjadi pengurangan tenaga yang kalau dihadapkan pada pilihan, mereka jelas-jelas akan memilih sebagai pegawai negeri dengan status jelas masa depannya lebih jelas ketimbang harus bekerja di Kimia Farma dengan ketentuan nasib serta status belum pasti.
Apakah akan terjadi Opini yang beredar diantara sesama karyawan bahwa bekerja di KF hanyalah sebagai “batu loncatan” untuk selanjutnya sambil menunggu kepastian lewat uji coba-coba sebuah peruntungan nasib di institusi lain. Hal ini jelas akan membuat kelabakan SDM KF sendiri karena dengan demikian akan disibukkan kembali oleh berbagai urusan pelatihan buat calon tenaga tenaga baru yang tentunya akan merusak data base kepegawaian, harus menggodok ulang tenaga baru yang perlu mencurahkan pikiran, tenaga dan waktu yang hasilnya juga belum tentu terampil sedemikian prima sebagaimana tenaga-tenaga handal yang telah mengundurkan diri. Manakala terjadi kekurangan tenaga, pengurangan karena sudah berubah status sebagai PNS, maka salah satu ide tepat mengingat mereka rata-rata tenaga kerja yang paham betul mengenai seluk beluk di Kimia Farma selama pernah mengabdi di perusahaan ini, adalah memanfaatkan sistim ”berbagi kerja” dengan memberlakukan jam kerja paruh waktu sebagai tenaga part-timer. Itu bisa terjadi kalau mereka masih berkeinginan tetap memiliki loyalitas pada ladang lama sepetak tanaman kacang yang saat berbuah tidak melupakan tanahnya yang pernah gembur. (baca: seandainya kacang tidak lupa akan kulitnya). Barangkali inilah kata-kata mutiara yang indah buat Kimia Farma. Mereka yang masih belum jelas statusnya bekerja di KF akan bertanya, benarkah bekerja di KF menjanjikan masa depan yang baik ataukah saya akan mengikuti jejak rekan-rekan yang rame rame berebutan memburu ticket ke jalur PNS?
Katakanlah dari 10 orang yang mengikuti test 5 orang yang lulus. Dari kehilangan 5 orang tenaga yang handal dan sudah demikian terampil dalam menghadapi pekerjaan otomatis nanti pada periode berikutnya (entah tahun depan atau 2 tahun kedepan, apabila standar usia masih memungkinkan dalam mengikuti persyaratan test) masih akan berlaku bagi mereka yang belum memperoleh keberuntungan untuk mencoba lagi meraih peluang yang tersisa. Mencoba lagi dan mencoba terus! Sementara waktu karena belum lulus test CPNS, biarlah bertahan dulu di Kimia Farma, kurang lebih demikian komentar dari tenaga-tenaga yang belum berhasil. Dan Kimia Farma harus berkemas lagi untuk mempersiapkan diri membuka iklan mencari tenaga kerja baru menunggu datangnya surat lamaran sebagai kompensasi tenaga yang telah keluar. Akankah kita disibukan dengan melatih tenaga yang baru, menyediakan waktu dalam test psikologi berbagai uji kejujuran dan uji ketepatan cara kerja para calon pengganti sekaligus uji mental out-bond atau tanpa repot-repot cukup menjadikan mereka sebagai tenaga part-timer ataukah ada upaya-upaya lain dari SDM KF dengan mempercepat status kepegawaian mereka?
Adalah wadah yang tepat dalam membuka akses komunikasi lewat SPKF. Segala uneg-uneg dan saran silahkan disampaikan, demikian antara lain pembuka kalimat yang pernah dikemukakan Drs. Suhud Haridjono selaku manager Bisnis Manager Mataram. Hanya saja sekarang adakah keberanian karyawan untuk mengemukakan keluh-kesah lewat jalur media ini. Seandainyapun ada keberanian apakah tidak menimbulkan implikasi ”buruk” bagi kelangsungan kerja karyawan yang bersangkutan. Karena ada beredar kabar dari pihak personalia BM Mataram Ali Akbar, SH baru-baru ini bahwa kalau setiap karyawan yang punya keinginan untuk mengikuti test CPNS harap lapor dan segera mengajukan surat pengunduran diri dari Kimia Farma. Sangat mustahil harus menerapkan aturan demikian kalau seandainya surat pengunduran diri telah ditanda tangani manager, ternyata karyawan (yang rata-rata mengikuti test masih berstatus tenaga kontrak) saat pengumuman test CPNS tidak lulus. Seandainyapun itu merupakan peraturan Kimia Farma akan menjadi PR yang sangat dilematis bagi SDM-KF. Apakah akan terjadi tenaga-tenaga SDM yang bersifat siluman nantinya? Ataukah harus ditelusuri terlebih dahulu minat kerja yang benar-benar loyalitas berprinsip pada sense of belonging selama bekerja di Kimia Farma untuk meneruskan jenjang status sebagai pegawai tetap.
Saat penulis hubungi Drs. Suhud Hardjono di ruang kerjanya, beliau membantah bentuk-bentuk pelarangan terhadap tenaga yang akan mengikuti test CPNS. ” Itu hak mereka, jangan dihalangi. Mereka ingin mencari pekerjaan yang lebih baik selain di Kimia Farma. Hanya konsekuensinya setelah lulus CPNS mereka memang sebaiknya mengundurkan diri. Tidak mungkin kita memberikan tanggung jawab pekerjaan serta hal-hal yang menyangkut rahasia perusahaan yang tidak boleh diketahui pihak luar atau pesaing.”
Sangat beralasan juga apa yang menjadi statement personalia BM Mataram, Ali Akbar SH, yang mengemuka justru akan memberikan kesulitan di pihak perusahaan terhadap tenaga-tenaga yang telah terampil pada akhirnya sebagai PNS mereka akan memilih satu pijakan baru selain di Kimia Farma. Dan pada akhirnya Kimia Farma akan harus melatih tenaga baru lagi secara berulang-ulang setiap pergantian tahun musim-musim pembukaan pendaftaran test CPNS.
Demikian salah satu pembuka rencana kerja SPKF yang pada akhir desember 2008 baru-baru ini saat mengadakan sharing bertempat di KF 189 Sriwijaya. Pengurus-pengurus baru yang berkemas membuat ajang urun rembug seputar masalah-masalah yang menyangkut kepegawaian plus dilema yang terjadi terhadap manajemen KF. Dengan harapan tidak menyimpang yang mengesankan selalu berseberangan ide dan pelaksanaan Kita tunggu kiprahnya yang penuh nuansa inovatif tentunya. Selamat bekerja.(DG.Kumarsana)

Catatan: tulisan yang telah dibuat setahun yl pernah saya kirimkan ke gema Kaef , dengan tanpa ada maksud membuat tersinggung semua pihak yang berkepentingan, tulisan ini saya edarkan kembali khusus buat rekan-rekan sesama pekerja yang saya cintai sebagai bacaan hiburan di kala senggang. Khusus buat rekan-rekan generasi muda sebagai upaya untuk mengetahui untuk sebuah masa depan yang pasti kita mengarah pada pijakan yang mana?
Catatan tulisan tahun 2009 sebagai sebuah perbandingan yang akan sia-sia kalau tidak dibaca. Selamat membaca! Salam dari Bumi Gora Mataram. Bravo Kimia Farma