Kau menangis dalam tawa yang kosong
mendapatkan malam bergincu
tanpa tembang bulan menghias langit malam
meruntuhkan bunga-bunga di atas tanah meninggalkan bercak aroma buatan
harumnya sesaat menakar janji tak pasti
malam tak berwarna
bulan hitam
membentur bayang bayang gelap
Kau masih tetap menangis
tanpa airmata
Kamis, 22 Juli 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar