Disini laut bergolak, seandai hatiku masih resah
Seandai tidak diciptakan Rama dan Sinta berkeluh kesah dalam percintaan
Tentu laut ini tak pernah padam
Menuangkan segala bentuk cerita yang tak pernah mati menggelombang segenap rasa
Disini laut selalu bergolak
Seandai bumi diam sejenak
Tak akan kutemukan matahari menyinarkan bumi
Seandai tak ada lampu menyala
Engkau selamanya tak terlihat dalam diam
Rabu, 21 September 2011
Puisi Oleh : G Arimbawa LUKA
Binar luka tikam
Bawa ku bawa di dekap hati
Usai kikis kata sementara ujarnya
Mata bawa binar
Tinar rindu nata gaun di gadis
Gadis bawa kuluka di kaki hati
Dilangit angan
Luka-luka balut
Simpankan kukata dalam makna
Luka luka bawa lari ke tubuh sunyi
Bawa ku bawa di dekap hati
Usai kikis kata sementara ujarnya
Mata bawa binar
Tinar rindu nata gaun di gadis
Gadis bawa kuluka di kaki hati
Dilangit angan
Luka-luka balut
Simpankan kukata dalam makna
Luka luka bawa lari ke tubuh sunyi
Puisi Oleh ; G Arimbawa NUUR DEWA KABEH
Bersama puisi ini kusampaikan padamu, ya Tuhan
Aku pengabdi segala kebenaran
Kuupayakan seminim mungkin berbuat buruk
Dosa dan
Apa yang menjadi laranganmu
Karena kutaklupa langgammu ketika aku hamper tertimpa bencana
Aku menjadi selamat
Sepertinya memiliki sejuta nyawa yang rangkap
berkatmu
Aku pengabdi segala kebenaran
Kuupayakan seminim mungkin berbuat buruk
Dosa dan
Apa yang menjadi laranganmu
Karena kutaklupa langgammu ketika aku hamper tertimpa bencana
Aku menjadi selamat
Sepertinya memiliki sejuta nyawa yang rangkap
berkatmu
puisi oleh G Arimbawa PENYEBERANGAN KE GILI AIR
Dari sini kulihat pantai senggigi bak semut
Palung laut yang menyimpan misteri
Apa yang engkau tunggu
Ayo kita berangkat, para wisman mancanegara semua asyiek
Telanjang dada dalam khatulistiwa yang berbeda
Dalam kubangan dan asinnya air
Diammu sepi tak berarti
Sebuah saksi bisu dari waktu ke waktu
Disini kadang air ganas
Membuat riak yang dangkal
Ini malam purnama raya terpantul
Sinar penuh keakraban
Melalui air karibmu sambil berseru bangga
Kulihat engkau diam membisu tak berarti
Tak pernah ikut rebut memburu dollar
Yang bertebaran di gili
Palung laut yang menyimpan misteri
Apa yang engkau tunggu
Ayo kita berangkat, para wisman mancanegara semua asyiek
Telanjang dada dalam khatulistiwa yang berbeda
Dalam kubangan dan asinnya air
Diammu sepi tak berarti
Sebuah saksi bisu dari waktu ke waktu
Disini kadang air ganas
Membuat riak yang dangkal
Ini malam purnama raya terpantul
Sinar penuh keakraban
Melalui air karibmu sambil berseru bangga
Kulihat engkau diam membisu tak berarti
Tak pernah ikut rebut memburu dollar
Yang bertebaran di gili
Puisi Oleh : G Arimbawa PURA BATU BOLONG, SENGGIGI
Mengitari air riak gelombang
Menyatu dalam doa
Mantramku mengalun bersama suara kecipak burung
Terbang di atas laut menjorok
Tebing tebing di pantai senggigi
Disini umatmu hadir semua
Menyatu dalam doa
Mantramku mengalun bersama suara kecipak burung
Terbang di atas laut menjorok
Tebing tebing di pantai senggigi
Disini umatmu hadir semua
Puisi Oleh. G Arimbawa DI PURA DALEM CILINAYA
Dengan duduk bersila
Tangan tengadahkan di atas lutut
Ibu jari disatukan dengan telunjuk
Kuminta padamu, ya dewa Ciwa
Seratus delapan kali mantram kuberucap
Tangan tengadahkan di atas lutut
Ibu jari disatukan dengan telunjuk
Kuminta padamu, ya dewa Ciwa
Seratus delapan kali mantram kuberucap
Puisi Oleh : G Arimbawa PURA LINGSAR
Di pura itu asap dupa bertebaran
Dan pujapuji syukur para dewa
Aku terpekur dalam halaman depan
Menanti adakah kerinduan akan langgam yang baru
Doaku semayamkan cinta yang saling memburu
Hatimu bak sembilu
Dan di pura itu para pengayom berdatangan
Menunggu turunnya air suci
Yang dapat melupakan dosa-dosa
Dan pujapuji syukur para dewa
Aku terpekur dalam halaman depan
Menanti adakah kerinduan akan langgam yang baru
Doaku semayamkan cinta yang saling memburu
Hatimu bak sembilu
Dan di pura itu para pengayom berdatangan
Menunggu turunnya air suci
Yang dapat melupakan dosa-dosa
Langganan:
Postingan (Atom)
